welcome!

Don't judge a book from its cover, but you can judge me from the books in my BOOKCASE.
Showing posts with label Jeffrey Eugenides. Show all posts
Showing posts with label Jeffrey Eugenides. Show all posts

Sunday, 7 February 2010

Ide Brilian Ada di Bawah Pohon


Ada hal yang menarik yang saya temukan ketika membaca buku Middlesex karya Jeffrey Eugenides. Buku ini sudah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Untuk membacanya kembali, silakan lihat di sini.

Dari buku tersebut, saya sadar bahwa kita janganlah suka memandang sebelah mata pada orang yang sedang ngaso di bawah pohon. Jangan menilainya sedang bermalas-malasan saja di bawah pohon. Selain sedang istirahat, atau mungkin sekadar cari angin, mungkin dia juga sedang mencari inspirasi besar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh siapapun juga.

Menurut legenda China kuno, suatu hari Putri Si Ling-chi sedang duduk-duduk santai di bawah pohon murbei sambil minum teh. Tiba-tiba sebutir (atau sebuah, ya?) kepompong ulat sutra jatuh ke dalam cangkir tehnya. Sang Putri berusaha mengeluarkan kepompong itu dari cangkirnya, namun ia sadar kepompong itu mengembang dan mulai terbuka di dalam air tehnya yang panas. Kepompong itu ternyata berubah menjadi helaian benang. Sang Putri lalu memegang salah satu ujung benang itu, dan menyuruh seorang dayang untuk memegang ujung satunya lagi sambil terus berjalan untuk mengurai benang itu.
         mencoba mencari inspirasi di bawah pohon                  Pelayan itu berjalan melewati kamar

tidur sang Putri, memasuki halaman istana, dan melewati gerbang istana sampai keluar dari Forbidden City (Kota Terlarang), dan akhirnya tiba di daerah perkampungan yang jaraknya setengah mil dari istana. Itulah awal mula ditemukannya kain sutra China yang terkenal ke seantero dunia. 

Cerita itu mungkin tidak banyak yang tahu. Tapi pasti semua orang tahu cerita tentang bagaimana Sir Isaac Newton—seorang ahli fisika, matematika, astronomi, dan filsafat—menemukan Hukum Gravitasi, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern. Semua itu berasal dari pohon apel, saat Newton sedang duduk-duduk santai di bawahnya. Pada saat itu, tiba-tiba saja sebutir (atau ini juga sebuah, ya?) apel jatuh menimpa kepalanya. Dari apel yang jatuh itu, Newton mengambil kesimpulan bahwa ada suatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh ke bawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.

Nah, buat yang lagi buntu, lagi butuh ide, inspirasi, ilham, atau mungkin bisikan-bisikan gaib, sok silakan cari pohon terdekat.
Continue reading...

Wednesday, 16 December 2009

Middlesex: Genetik XY, Fisik XX



Buku ini keren sekali! Sumpah keren sekali!

Middlesex, karya Jeffrey Eugenides, adalah buku international bestseller, pemenang Pulitzer Prize—penghargaan tertinggi di bidang jurnalisme cetak, dan menjadi buku pilihan di Oprah's Book Club.

Saya beruntung sekali bisa memiliki buku ini, apalagi mendapatkannya dengan gratis. Maka dari itu, alangkah tidak tahu dirinya saya kalau tidak berterima kasih pada teman saya, yang telah ridho bin rhoma memberikan bukunya—yang jauh-jauh didapatkannya dari menonton Kick Andy di Jakarta—kepada saya. Nuhun pisan. Kamu baik sekali, Ty!

Middlesex menceritakan tentang Calliope Stephanides—seorang yang berkelamin ganda—yang besar di pinggiran kota Detroit di tahun 1960an. Selama empat belas tahun Cal menjalani kehidupan sebagai anak perempuan. Suatu hari Cal mengalami kecelakaan yang membuatnya masuk rumah sakit, dan dokter yang menanganinya menemukan bahwa dia (juga) adalah seorang laki-laki.

Cal adalah seorang pseudohermaphrodite laki-laki, atau seseorang yang secara genetis adalah laki-laki, namun secara fisik perempuan. Dari tes endokrin, diketahui bahwa Cal mempunyai kromosom XY, level testosteron yang tinggi, dengan kurangnya enzim 5-alpha-reductase sehingga tubuhnya tidak memproduksi dihydrotestosteron. Artinya, ketika dalam rahim, ia mengalami perkembangan kelamin perempuan seperti pada umumnya. Namun, setelah memasuki masa puber, hormon testosteron mengambil alih peran perkembangan seksualnya.

Pertanyaan bagaimana bisa Cal menjadi seorang hermaprodit terurai dari sejarah dan asal usul keluarganya yang melakukan incest, atau perkawinan sedarah. Dampak perkawinan antarsaudara itu tidak muncul pada turunan-turunan sebelumnya, sampai akhirnya Cal yang mendapat getahnya. Kromosom kelimanya yang bermutasi resesif memaksanya menjalani kehidupan dan pendewasaan sebagai manusia berkelamin ganda.
Continue reading...
A real book is not one that we read, but one that reads us.
W. H. Auden
 

bookcase Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice